Rio Tuasikal

I am a Journalist

Rio produces article, radio piece, and digital video.


After spending a year at VOA in Washington DC, he now back to Indonesia covering politics and minority groups. He also speaks to and trains youths in writing, media literacy, and multimedia production.

He received PPIA-VOA Broadcasting Fellowship in Washington DC and Konrad Adenauer Stiftung Fellowship in Manila. A Chevening scholar, currently he is pursuing MA in Media and Communication at Goldsmiths, University of London.

  • London, UK / Jakarta, Indonesia.
  • riotuasikal@gmail.com
Me

My Professional Skills

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

Web Design 90%
Web Development 70%
App Development 95%
Wordpress 60%

Awesome features

Aliquam commodo arcu vel ante volutpat tempus. Praesent pulvinar velit at posuere mollis. Quisque libero sapien.

Animated elements

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed tempus cursus lectus vel pellentesque. Etiam tincidunt.

Responsive Design

Pellentesque ultricies ligula a libero porta, ut venenatis orci molestie. Vivamus vitae aliquet tellus, sed mollis libero.

Modern design

Duis ut ultricies nisi. Nulla risus odio, dictum vitae purus malesuada, cursus convallis justo. Sed a mi massa dolor.

Retina ready

Vivamus quis tempor purus, a eleifend purus. Ut sodales vel tellus vel vulputate. Fusce rhoncus semper magna.

Fast support

Suspendisse convallis sem eu ligula porta gravida. Suspendisse potenti. Lorem ipsum dolor sit amet, duis omis unde elit.

0
completed project
0
design award
0
facebook like
0
current projects
  • Gelisah Bersama Wahib*

    Gelisah Bersama Wahib*

    Oleh Rio Tuasikal


    Siang terik di bundaran HI Jakarta, perayaan Hari Perdamaian Internasional. Saya bertemu Ridho, 20 tahun, yang baru menampilkan tarian modern dalam acara itu bersama 4 temannya. Kini dia duduk-duduk di trotoar dengan sesama anggota Next Step Crew. Dia menceritakan pada saya, pendapatnya soal perdamaian.

    “Perdamaian adalah ketika semuanya indah,” katanya lalu tersenyum canggung.

    Saya mendengar jawaban Ridho sambil tersenyum. Jawabannya mungkin tidak secerkas Ahmad Wahib, yang bila ditanya pertanyaan yang sama bisa menjabarkan A hingga Z. Teologis ke sosiologis, runut dan sistematis, dan bahkan menjadi satu catatan harian tersendiri. Tapi, setidaknya, Ridho berbagi kegelisahan yang sama dengan Wahib di usia yang pula sama.

    Kemudian saya seperti melihat diri saya sendiri ketika Ridho menceritakan pendapatnya soal kelompok intoleran. “Mereka seperti tidak punya agama. Orang yang beragama tidak akan merusak hubungan antar-agama,” katanya.

    Saya seperti bercermin. Seketika saya seperti menembus waktu dan kembali ke dua tahun lalu. Saat saya berusia 20 tahun. Saat saya mulai merasakan kegelisahan yang sama.

    Kala itu saya jengah dengan sikap sejumlah orang yang mengatasnamakan agama untuk aniaya. Saya tidak habis pikir, bagaimana bibir orang bisa meneriakkan nama Tuhan dan di waktu yang sama ada orang berdarah karena tangannya. Saya tidak pernah menemukan jawabannya hingga sekarang.

    Saya muslim dan saya gelisah. Saat itu saya tak punya tempat mengadu, bahkan Tuhan sekali pun. Sebab saya merasa Tuhan sendiri jadi menyeramkan. Karenanya saya diam dan memilih membisu, mengurung diri dari keramaian wacana.

  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Search This Blog

    @riotuasikal (2019). Powered by Blogger.

    Follow by Email

    Author

    My photo
    A multimedia journalist based in Indonesia specialized in freedom, discrimination, and under-reported communities. His focus is on how identity, politics, and media intersect and influence each other.

    Selected Piece

    Puisi: 13 Tahun Agama

    ADDRESS

    4759, NY 10011 Abia Martin Drive, Huston

    EMAIL

    contact-support@mail.com
    another@mail.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    0177 7536213 44,
    017 775362 13