Posts

Showing posts from July, 2015

#Tolikara dan Kacamata Kita

Image
Lebaran ini dinodai kebencian.
Apa yang terjadi di Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015) pagi, menjadi luka di tengah Idul Fitri yang bersuka cita. Sebuah masjid diberitakan dirusak oleh kelompok tak bertanggung jawab. Tapi respon yang bergulir membuat kita harus berhenti sejenak. Sebentar. Kacamata apa yang perlu kita gunakan?
"Bantai saja mereka," tulis seorang temannya teman saya. 'Mereka' yang dimaksud adalah pelaku, yang diduga kristen. Lalu ada teman lain yang menyangkutkan ini ke masalah mayoritas-minoritas. Muslim di bumi cenderawasih ditekan karena sedikit. Jadi kristen yang jadi minoritas secara nasional bisa diberi pelajaran.
Semakin lama cara pandang mayoritas-minoritas ini digunakan, makin suburlah balas dendam itu. Mayoritas muslim di Jawa bisa menekan minoritas kristen (baca: GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia). Lalu mayoritas kristen di Sulawesi Utara balas dendam kepada muslim di sana. Lalu Bali yang mayoritas Hindu ikut. Lalu Ambon dan Poso kembali meradang. …

Do We Have to be Arabian to Celebrate Ramadhan?

Image
Habibi habibi habibi ya nur al ain
Habibi habibi habibi ya nur al ain

This song always pops-up in my mind everytime I think about Ramadhan. I believe you will agree that the song is almost identical with this holy month. It catches our ears in television and shopping centers anytime.
But if you think it is religious, think it again, because you are totally wrong. Have you ever checked out the lyrics? Just google "Habibi ya Nur al Aini" and you'll be surprised to see the singer, Amr Diab, devotes the song to---guess what?---a beautiful woman. The lyrics above translated as "darling, you are the glow in my heart". 
I know, you probably think "habibi" is addressed to Prophet Muhammad (as we know that he is on the top of God's favourite list) and the song was created to adore him. But the video clip will shut up your mouth. There are beautiful women in frame, guys, enjoy it.
"Habibi" is just one of our silly and misleading ways to welcome thi…

Kenapa #StraightPride Membuatmu Nampak Tolol?

Image
Untuk heteroseksual yang ketakutan


Pekan lalu saya baru bangun tidur ketika membuka Facebook saya. Di linimasa, mata saya langsung memincing pada poster bertuliskan #StraightPride, dan masih bingung karenanya hingga kini.
Saya bukan gay, dan saya tidak punya rencana menikahi lelaki. Saya sendiri masih nggak ngerti kenapa ada yang merasa terancam dengan kebijakan Mahkamah Agung Amerika Serikat itu. Soalnya itu kan di negara Paman Sam. Tapi seandainya saya warga negara Amerika Serikat pun, saya tetap akan membiarkan aturan itu dengan 3 alasan.

Keputusan Mahkamah Agung Amerika hanya menyatakan pernikahan sesama jenis disahkan oleh negara. Mahkamah tidak memaksa seluruh warganya menikah dengan sesama jenis toh? Jadi kalau Anda lelaki yang menyukai perempuan, ya nikahilah perempuan. Beres!
Apakah Anda sekretaris yang mengurusi kehidupan pribadi setiap orang?
Hey, Anda tidak boleh makan cokelat karena saya lagi diet. Anda tak boleh berolahraga karena saya sedang capek. Loh, apa hak saya me…