Posts

Showing posts from 2014

Perlawanan, Perempuan Lawan Kekerasan

Image

Natal Kevin, Natal Edo

Image
Untuk Edward Matthew Sitorus (Edo) beserta jemaat GKI Yasmin.


Kevin McCallister dalam serial Home Alone punya masalah rutin setiap Natal: Harry dan Marv, dua pencuri kelas teri. Bocah 8 tahun itu harus berhadapan dengan duo rampok, dua tahun berturut-turut, baik di rumahnya di Illinois atau di hotel di New York. Lalu, dengan cerdik, Kevin selalu bisa menjebak mereka secara menggelikan. Ingat wajah Harry ketika rambutnya terbakar? Kita terpingkal-pingkal. Sungguh sajian Natal yang selalu bikin rindu.
Tidak ada yang lucu dengan Natal Edo. Natal Edo tidak akan mengocok perutmu atau membuatmu terpingkal-pingkal jika membicarakannya. Anak 13 tahun ini tidak berurusan dengan dua perampok konyol. Tapi setiap Natal Edo juga punya dua masalah rutin. Bukan manusia, tapi diskriminasi dan ketidakpastian hukum.
Edo adalah jemaat gereja GKI Yasmin, Bogor, yang disegel pemerintah kota Bogor sejak 2010. Penyegelan dilakukan atas desakan kelompok intoleran. Gereja ini seharusnya sudah dibuka. Sebab da…

What We Can Learn from #IllRideWithYou

Image
It has been a week since Man Haron Monis attacked Cafe Lindt in Sydney, but the spirit of #IllRideWithYou is relevant forever.
The inspiration within the hashtag derived from a simple act on a train. We remember how Rachael Jacobs said to a women who silently removed her jilbab, to keep wearing it. Yes, Rachael understands that the woman was afraid if someone will attack her because of what Monis have done in other place. But Rachael will ride with her.
I simply cannot understand how Rachael was thinking that day. How can Rachael were trying to protect a woman with jilbab, while at the same time, there is a crazy man, attacked a cafe with the symbol of the same religion which jilbab comes from. If I were Rachael, I will punch the woman at once as a revenge.
But Rachael was true. And fortunately she was followed by good and fabulous people across Australia and the globe!
The hashtag #IllRideWithYou showed us how cool people avoid judgement, stereotype, and generalization.
It says…

[Audio] Membuka Segel Masjid Kami

Image
Simak di Saga portalkbr.com



Tiga hari sebelum Ramadhan, masjid Nur Khilafat milik jemaat muslim Ahmadiyah Ciamis disegel bupati. Keputusan ini dibuat atas desakan kelompok intoleran. Jemaat sudah memprotes bupati namun tidak dapat jawaban. Seminggu berlalu, mereka membuka segel masjid mereka sendiri. Saya datang ke lokasi di detik-detik pembukaan segel.
SAGA KBR 68H
Membuka Segel Masjid Kami I
SAGA KBR 68H
Membuka Segel Masjid Kami II

150km, Kejujuran dan Rasa Hormat*

Image
*9 besar nasional Kompetisi Esai Mata Muda 2014

“Pakai KTM atau yang biasa?” tanya petugas travel Jakarta-Bandung itu pada saya, sore hujan itu.  Nah, inilah dia. Pertanyaan ini lagi-lagi keluar. Program promosi untuk mahasiswa itu menawarkan potongan harga dua puluh ribu rupiah. Syaratnya hanya fotokopi kartu tanda mahasiswa.  Saya sudah lulus tahun lalu, dan saya selalu menolak tawaran diskon tersebut, selalu bilang tidak. Tapi khusus saat itu pikiran saya berkata lain, “Sekali ini saja. Tidak apa-apa. Tidak ada yang tahu.” Lidah saya lalu angkat bicara: Lumayan untuk segelas full-leaf brewed tea di gerai kopi terkemuka berinisial S.
Saya menimbang-nimbang. Ini kesempatan langka. Toh petugas itu tidak akan repot-repot mencek status mahasiswa saya ke almamater. Lagi pula selama ini saya jujur. Tak apalah sekali ini, sebagai hadiah bagi usaha saya bertahan setahun penuh.
Untuk pertama kali akhirnya saya bicara, “KTM mas.” Lalu selembar uang hijau pulang ke dompet saya.

Gelisah Bersama Wahib*

Image
Oleh Rio Tuasikal

Siang terik di bundaran HI Jakarta, perayaan Hari Perdamaian Internasional. Saya bertemu Ridho, 20 tahun, yang baru menampilkan tarian modern dalam acara itu bersama 4 temannya. Kini dia duduk-duduk di trotoar dengan sesama anggota Next Step Crew. Dia menceritakan pada saya, pendapatnya soal perdamaian.

“Perdamaian adalah ketika semuanya indah,” katanya lalu tersenyum canggung.

Saya mendengar jawaban Ridho sambil tersenyum. Jawabannya mungkin tidak secerkas Ahmad Wahib, yang bila ditanya pertanyaan yang sama bisa menjabarkan A hingga Z. Teologis ke sosiologis, runut dan sistematis, dan bahkan menjadi satu catatan harian tersendiri. Tapi, setidaknya, Ridho berbagi kegelisahan yang sama dengan Wahib di usia yang pula sama.

Kemudian saya seperti melihat diri saya sendiri ketika Ridho menceritakan pendapatnya soal kelompok intoleran. “Mereka seperti tidak punya agama. Orang yang beragama tidak akan merusak hubungan antar-agama,” katanya.

Saya seperti bercermin. Seketika …

3 Dilema Jurnalisme yang Tak Dipelajari di Kampus

Image
Setengah tahun jadi jurnalis membuat saya ingin membuang buku-buku teks jurnalisme selama kuliah. Betapa tidak, mereka tidak memberikan banyak solusi atas dilema yang saya temui di lapangan. Saya tidak sedang mengatakan ‘berhenti baca bukumu', tapi ini soal ‘bersiaplah dengan hal-hal berikut'. 
Setia pada fakta vs menarik pembaca   
Satu kali saya menulis Jokowi yang menginstruksikan dinas DKI Jakarta membersihkan insfrastruktur kota. Saya menggunakan kata menginstruksikan ketika media-media online menggunakan memarahi. Saya ditelepon oleh editor kenapa angle berita saya basi, tapi saya tegaskan padanya Jokowi tidaklah marah. Bahkan kepala dinas beberapa kali tertawa.
Di lain waktu saya menulis KontraS yang berharap pemerintah menuntaskan kasus-kasus HAM. Seperti jurnalis lainnya, saya tidak menggunakan kata berharap, melainkan meminta, mendesak, memaksa, semata-mata agar beritanya lebih menggigit.   
Jurnalisme inilah yang belakangan saya lihat lebih tertarik dengan sensasi, …

Berpegangan Tangan dalam Kepelangian

Image
Tanggal 17 Agustus bagi jemaat Ahmadiyah bukanlah soal upacara, lomba makan kerupuk, atau karnaval. Hari kemerdekaan baginya adalah sekali lagi menagih janji negara yang belakangan menelantarkan mereka.
Semua tahu lagu Indonesia Raya diciptakan oleh W. R. Soepratman. Namun tak banyak yang tahu sang maestro adalah penganut Ahmadiyah.
Sudah 69 tahun lagu itu berkumandang di seantero negeri. Selama itu pula jemaat Ahmadiyah hidup sebagai warga negara Indonesia. Namun belakangan, kehidupan mereka diganggu oleh kelompok yang dibutakan oleh prasangka berkedok agama.
Kelompok Ahmadiyah pun jadi korban serangkaian kekerasan sejak Lombok (2002), Parung (2005), Manis Lor (2010), Cisalada (2010), Cikeusik (2011), Bandung (2012), plus sederet peristiwa lainnya. Mereka terluka, sebagian tewas, sementara perlindungan negara entah pergi ke mana.
Di Lombok, mereka terpaksa mengungsi di penampungan selama 8 tahun. Mereka tinggal di aula besar dan setiap keluarga hanya dibatasi kain serta kardus. P…

Saya Tidak Akan Memilih Prabowo, Selamanya

Image
Dinis menghabiskan seluruh masa remajanya untuk mencari sang ayah. Kini Dinis berusia 18 tahun, dan ayahnya menghilang sebelum Dinis berusia 3 tahun. Dinis adalah puteri Yadin Muhidin, aktivis yang jadi korban penculikan Mei 1998. Hingga hari ini Dinis hanya bisa menerka-nerka di mana ayahnya. Kalaulah ayahnya telah mati, bagi Dinis itu lebih baik dari pada menunggu dalam ketidakpastian.

Ayah Dinis pernah memprotes kebijakan pemerintah Seoharto yang menindas. Kini dia hilang. Sangatlah mudah untuk benak saya bicara: ada yang salah.

Saya tidak bisa membayangkan bila sayalah Dinis itu. Entah bagaimana saya bisa bertahan dengan hidup yang demikian. Saya harus menelusuri setiap informasi sumir yang didapatkan, mengikuti sumber data yang selalu enggan mengungkapkan, menenangkan ibu yang dirundung sedih berkepanjangan, sambil diam-diam berdoa pada Tuhan supaya ayah segera ditemukan---apapun keadaannya.

Kini Prabowo Subianto yang diduga menculik ayah Dinis maju jadi calon presiden Indonesia. Ki…

Dari Kebun ke Sabun

Image
Teks dan foto oleh Rio Tuasikal. Ditulis untuk www.portalkbr.com



Sore di Saung Sarongge, Desa Sarongge, Cianjur, Entin (44) datang membawa dua keranjang sabun sereh hutan buatannya. Kepada wartawan yang datang, dia sibuk menjelaskan bagaimana membuat sabunnya yang wangi.

"Satu kocokan (bahan) bisa untuk 20 batang. Satu sore habis dzuhur bisa bikin 100 batang," ujar Entin yang bernama asli Kartini.

Sabun sereh telah jadi usaha Entin selama satu setengah tahun terakhir. Sebelumnya dia bertani di Sarongge di kawasan hutan Gunung Gede sejak 1990. Dia menanam kol, wortel, kentang, dan bawang daun.

Pemerintah pada 2003 melebarkan wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sampai ke lahan Entin. Entin meninggalkan lahannya pada 2009 dan hanya menggarap kebun tomat kecil peninggalan orangtuanya di luar kawasan taman nasional.

Sebanyak 155 keluarga penggarap lahan sempat memprotes perluasan itu meski akhirnya menyerahkan lahannya ke pemerintah. Kini bekas kebun warga ditanami pohon…

Menolak Pilpres Primordial

Image
Ketika capres tertentu dituduh keturunan Tionghoa dan Kristen akhir-akhir ini, saya sadar Pilpres ini lebih menjengkelkan dari yang saya bayangkan. Sila cek linimasa media sosialmu, ada sederet kampanye yang sebagian besarnya bertemakan suku dan agama. Mulai dari foto, teks, hingga berita yang isinya rumor semata. Ia mengundang banyak pihak berdebat panjang yang melibatkan dalil-dalil kitab suci.

Sementara itu, saya mencari di linimasa Facebook saya perdebatan visi-misi capres dan tidak menemukannya. Tidak ada yang membahas 9 halaman visi-misi Prabowo-Hatta atau 42 halaman visi-misi Jokowi-JK. Sepertinya kita memang lebih gemar mengorek iman calon pemimpin ketimbang programnya menjaga kedaulatan pangan. Kita juga lebih tertarik dengan warna kulit calon pemimpin ketimbang caranya menjamin hak azasi manusia.

Buat saya, suku dan agama tidak pernah menjamin apa-apa. Saya kenal orang Batak yang galak, juga yang tidak. Saya kenal orang Kristen jahat, juga yang baik. Sifat baik dan buruk ada d…

Menolak Homophobia, Sekali Lagi

Image
Untuk lesbian, gay, biseksual, dan waria


Minggu (18/5) siang di Car Free Day Jakarta, lelaki feminin dan perempuan maskulin berparade. Mereka membentangkan bendera pelangi dan berteriak, “Stop stigma, kekerasan dan diskriminasi pada LGBT.”
International Day Against Homophobia and Transphobia (IDAHOT) diperingati setiap 17 Mei di 120 negara. Kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) Indonesia memulainya sejak 2007. Tahun 2014 ini, peringatan serupa dilangsungkan di sejumlah kota besar seperti Medan, Surabaya, Makassar. 
Kamis (22/5) siang, kelompok LGBT berkumpul di Komnas Perempuan untuk sekali lagi memperingati IDAHOT. Mereka mengundang banyak media dan hanya tiga yang hadir. 
“Karena fobia ini memunculkan banyak masalah, kekerasan, diskriminasi dan stigma terhadap LGBT,” kata Yuli Rustinawati, koordinator Forum LGBT Indonesia. 
Perempuan seperti dirinya sering dilecehkan orang sekitar, dan dia tidak sendirian. LSM Arus Pelangi mencatat pada 2013 ada 89,3% LGBT di Indon…

8 Tips Menulis Feature

Image
Oleh Rio Tuasikal / @riotuasikal



Jujur, berita politik dan hukum tidaklah menarik, apalagi bila ditulis sebagai berita langsung. Saya lebih tertarik mengupas persoalan sehari-hari yang dihadapi orang-orang. Soal kisah, perjuangannya, masalahnya, pendapatnya, cita-citanya, gaya hidupnya. Saya suka human interest.

Kisah-kisah pribadi tidak cocok dengan struktur piramida terbalik. Ia tidak bisa ditulis sebagai berita langsung. Ia harus menyentuh, lezat di setiap titik dan koma, bikin ketagihan. Kisah pribadi selalu mengundang tanya hingga akhir. Itulah yang membawa saya berkenalan dengan feature, karya jurnalistik yang lebih menyenangkan.

Feature atau karangan khas (kakhas) adalah bentuk tulisan, bukan tema. Feature berbeda dengan straight news, opini, kolom, artikel. Feature adalah berita yang menggunakan narasi, seperti novel dan cerpen. Ia kaya akan suasana dan mengajak pembaca seolah berada di lokasi kejadian. Namun, bagaimana pun ia hanya menyajikan fakta, bukan imajinasi.

Kali ini…

A Girl Who Prays Under An Umbrella

Image