Natal Kevin, Natal Edo

Untuk Edward Matthew Sitorus (Edo) beserta jemaat GKI Yasmin.



Kevin McCallister dalam serial Home Alone punya masalah rutin setiap Natal: Harry dan Marv, dua pencuri kelas teri. Bocah 8 tahun itu harus berhadapan dengan duo rampok, dua tahun berturut-turut, baik di rumahnya di Illinois atau di hotel di New York. Lalu, dengan cerdik, Kevin selalu bisa menjebak mereka secara menggelikan. Ingat wajah Harry ketika rambutnya terbakar? Kita terpingkal-pingkal. Sungguh sajian Natal yang selalu bikin rindu.

Tidak ada yang lucu dengan Natal Edo. Natal Edo tidak akan mengocok perutmu atau membuatmu terpingkal-pingkal jika membicarakannya. Anak 13 tahun ini tidak berurusan dengan dua perampok konyol. Tapi setiap Natal Edo juga punya dua masalah rutin. Bukan manusia, tapi diskriminasi dan ketidakpastian hukum.

Edo adalah jemaat gereja GKI Yasmin, Bogor, yang disegel pemerintah kota Bogor sejak 2010. Penyegelan dilakukan atas desakan kelompok intoleran. Gereja ini seharusnya sudah dibuka. Sebab dalam proses hukum yang berakhir di Mahkamah Agung, 2011, pengadilan memutuskan gereja itu sah. Sekali lagi, sah.

Namun Walikota Bogor terus ngeles dengan berbagai alasan. Dari walikota lama, Diani Budiarto, hingga walikota baru yang awalnya penuh harapan namun belakangan mengecewakan, Bima Arya. Keduanya masih berlandasan pada argumen lawas. Akhirnya, Edo dan jemaat Yasmin sudah 5 tahun tidak bisa ibadah di gereja mereka sendiri, hingga Natal tadi pagi.

Bersama-sama sang ibu dan jemaat lainnya, Edo mengalami perjuangan lima tahun tidak kenal henti. Sudah dua tahun ini, setiap bulannya, Edo melewati puluhan kilometer Bogor-Jakarta untuk ibadah Minggu dua mingguan di seberang Istana Merdeka. Di sana Edo mendengar konstitusi dan hak asasi manusia. Edo mendengar diskriminasi oleh negara. Adakah semuanya mudah dipahami pelajar SMP ini? Buat saya, itu semua datang terlalu cepat.

Ketika saya tanya perasaannya melihat anak-anak se-usianya merayakan Natal di gereja lain, Edo menjawab pelan, "Kenapa mereka bisa duduk ibadah dengan tenang? Kenapa Edo nggak?"

Seharusnya Edo merayakan Natal dengan sukacita, bukan memperingati ketidakadilan yang gerejanya terima. Seharusnya Edo sibuk menghias pohon Natal di rumahnya, latihan bernyanyi untuk tampil di gereja, tidak memikirkan gerejanya yang dirampas. Seharusnya masa kecil Edo lengkap dengan Santa Klaus, kado, dan tertawa menonton Home Alone.

Saya membayangkan sekuel Home Alone di mana Kevin dan keluarga McCallister memutuskan berlibur ke Bogor, Natal mendatang. Lalu Kevin melewati kompleks Yasmin, bertemu Edo, dan melihat ada yang tidak beres. Adakah Kevin punya ide cerdik selesaikan masalah ini?***

Rio Tuasikal menulis keberagaman manusia. Kini jurnalis Kantor Berita Radio 68H---yang percaya demokrasi dan hak asasi manusia. Ikuti kicau lewat Twitter @riotuasikal

Comments

  1. Lalu terjadi percakapan imajiner antra Edo dan Kevin 'Home Alone' ,"Bagaimana kalo kelompok intoleran yg kemaren tereak2 itu kita sekap dalam gedung gereja yg di seng itu ? Biar kuapokkkk !" #senyumjahil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Langsung terbayang adegan itu, mbak. Pasti bakal seru. Terus berjuang mbak.

      Delete

Post a Comment

Mari berbagi pemikiran

Popular posts from this blog

Penjelasan Mengenai "Tuasikal"

Surat Terbuka untuk Muslimah Bercadar dari Muslim Pembela HAM