Posts

Showing posts from July, 2012

Merasa Tidak Cocok Budaya

Image
“... Namun, dari tahun ke tahun saya telah menjumpai begitu banyak orang seperti Jared yang tampaknya merasa lebih kerasan, lebih bahagia, tinggal di negara yang bukan merupakan tempat kelahirannya...

... Biasanya, para pengungsi hedonis memiliki epifani, saat yang sangat jelas di mana mereka menyadari, tanpa keraguan, bahwa mereka terlahir di negara yang salah.” [1]




Deg.

Mataku nanar.

Belajar KLB
Dari Mana Saja

Image
Belajar komunikasi lintas budaya bisa dari mana saja, termasuk novel dan bahkan PC game. Saya serius. Mereka yang akan disebut di bawah ini memang tidak ilmiah, tapi setidaknya mampu melebarkan wawasan kita mengenai sudut pandang budaya lain. Ini dia mereka:

Ada Ceria di Kolong Pasoepati

Image
Foto oleh : Revino Tryantito

Jika Anda lewat kawasan Balubur Bandung, tentu Anda akan melihat tiang pondasi Pasoepati yang dihiasi mural warna-warni. Jika Anda penasaran, atau sekadar iseng saja, menelusuri bagian kolong jembatan itu, Anda akan sampai di sebuah taman, tempat beberapa orang bercengkerama. Makin ke bawah, setelah turun sekian banyak, siapa sangka Anda akan menemukan sebuah lapang. Sebuah lapang futsal sederhana.

Kita Dijajah Kurma

Image
Keluarga saya menganut Islam, dan tiap Ramadan kami berpuasa. Itulah kenapa tiap magrib selama Ramadan meja tamu kami kerap penuh dengan berbagai panganan. Salah satu makanan yang wajib bagi ayah saya adalah kurma.

Seminar 'East & West':
HE Mr. Mustafa Ibn Ibrahim Ibn Al-Mubarak

Image
Selasa lalu saya hadiri sebuah seminar internasional di Unisba, temanya Socio-Cultural Communication Between East and West (SCCEW). Seminarnya seru sekali, dengan 6 pembicara yang keren sekali. Ada  dua akademisi, ada pula empat perwakilan duta besar selaku praktisi.

Di tulisan sini saya akan bercerita tentang Duta Besar Saudi Arabia HE Mr. Mustafa ibn Ibrahim, yang jadi salah satu pembicara. Dia adalah duta besar berkuasa penuh untuk Indonesia (asli loh). Usianya nampak sudah tua, terlihat dari janggutnya yang putih dan sekitar matanya yang keriput. Meski sudah tua, dia tetap terlihat bertenaga. Badannya tinggi sekali, Prof. Deddy bahkan tidak sampai sepundaknya. Dia memakai baju gamis putih, lengkap dengan kain surban yang diletakkan di kepala. Oh ya, dia hadir dengan seorang penerjemah namanya Mr. Mahmud.

Seminar 'East & West' Fikom Unisba

Image
Selasa (17/7) lalu saya hadiri sebuah seminar internasional di Unisba, temanya Socio-Cultural Communication Between East and West (SCCEW). Seminarnya seru sekali, dengan 6 pembicara yang keren sekali. Ada dua akademisi, ada pula empat perwakilan duta besar selaku praktisi.

Menyenangkan sekali bertemu beberapa teman Unisba yang lama tak ketemu, senang pula ketika tahu dua dosen favorit saya Bu Iin Rahmi M.I.Kom dan Bu Ditha Prasanti M.I.Kom turut hadir, padahal kami tidak janjian. Di seminar ini pula, akhirnya, saya beli buku Prof Deddy yang terbaru. Tapi bukan itu poinnya, saya akan bercerita tentang seminarnya saja.

Seminar 'East & West':
Mr. Masaki Tani

Image
Selasa (17/7) lalu saya hadiri sebuah seminar internasional di Unisba, temanya Socio-Cultural Communication Between East and West (SCCEW). Seminarnya seru sekali, dengan 6 pembicara yang keren sekali. Ada dua akademisi, ada pula empat perwakilan duta besar selaku praktisi.

Di tulisan sini saya akan bercerita tentang perwakilan Kedubes Jepang Mr. Masaki Tani, yang jadi salah satu pembicara. Dia adalah Direktur Informasi dan Budaya Kedubes Jepang untuk Indonesia. Dia masih muda, dengan badan tegap dan tinggi. Hari itu dia memakai batik berwarna hitam dengan ornamen merah dan putih serta hanya membawa beberapa lembar kertas, kesan yang amat bersahaja.
Dia jadi pembicara kedua di sesi pertama. Senyumnya ramah sekali. Ia memulai pidatonya dengan pengantar bahasa Inggris dialek Jepang. Selepas itu, cepat-cepat Mr. Tani bilang, “I want to deliver my speech in bahasa Indonesia”. Peserta hening. Dia memulai, “Selamat siang. Pada kesempatan ini saya akan....”. Belum selesai kalimat itu ia kat…

Merasa Gagal Jadi Manusia Lintas Budaya

Image
Selasa (17/7) lalu saya hadiri sebuah seminar internasional di Unisba, temanya Socio-Cultural Communication Between East and West (SCCEW). Seminarnya seru sekali, dengan 6 pembicara yang keren sekali. Ada  dua akademisi, ada pula empat perwakilan duta besar selaku praktisi.
Salah satu pembicara yang hadir adalah HE Mr. Mustafa ibn Ibrahim. Dia adalah duta besar berkuasa penuh untuk Indonesia (asli loh). Usianya nampak sudah tua, terlihat dari janggutnya yang putih dan sekitar matanya yang keriput. Meski sudah tua, dia tetap terlihat bertenaga. Dia hadir dengan seorang penerjemah namanya Mr. Mahmud.

Yuk Cicip Makanan Legendaris di Bandung (2)

Image
Bandung itu memang Kota Kuliner, gedung pemerintahannya saja ada satenya”. Demikian ujar Gilang Bhaskara dalam acara Stand Up Comedy Kompas TV bulan lalu. Mendengarnya teman-teman pasti setuju. Bagaimana tidak? Bandung memang memiliki segudang tempat kuliner, beberapa di antaranya bahkan sudah ada sejak 1920-an. Nah, mau tahu apa saja kuliner legendaris Kota Kembang ini? Yuk ikut perjalanan saya bersama Komunitas Aleut! Minggu (14/7) kemarin.
[Sambungan dari bagian (1)]

Masih di Jl Alkateri, kami menemukan kedai (6) Kopi Purnama.Menurut seorang pegiat Aleut, tempat ini dulunya jadi tempat nongkrong pengusaha sekitar pasar baru kini. Mereka berbincang soal bisnisnya dari pagi hingga sekitar jam 10 siang. Oh ya, kopi di sini memakai kopi dari Kopi Aroma, pabrik kopi jadul tak jauh dari situ.

Yuk Cicip Makanan Legendaris di Bandung (1)

Image
Bandung itu memang Kota Kuliner, gedung pemerintahannya saja ada satenya”. Demikian ujar Gilang Bhaskara dalam acara Stand Up Comedy Kompas TV bulan lalu. Mendengarnya teman-teman pasti setuju. Bagaimana tidak? Bandung memang memiliki segudang tempat kuliner, beberapa di antaranya bahkan sudah ada sejak 1920-an. Nah, mau tahu apa saja kuliner legendaris Kota Kembang ini? Yuk ikut perjalanan saya bersama Komunitas Aleut! Minggu (14/7) kemarin. 
Perjalanan kami mulai dari depan Gedung Merdeka menuju Braga. Di persimpangan Jl Braga dan Jl Naripan, ada bangunan empat lantai bernama toko kue Canary. Di tempat ini dulu berdiri toko (1) Es Krim Baltic, sebesar rumah satu lantai. Bagian toko yang menghadap Jl Naripan dulunya berupa teras, pengunjung menyantap es krim di situ seraya menikmati pemandangan Braga. Toko ini bertahan hingga 1970-an sebelum akhirnya dibongkar dan dibangun gedung tinggi yang masih ada hingga kini.

Buku :
The Geography of Bliss

Image
"The Geography of Bliss" Oleh Eric Weiner
Penerbit Qanita Bandung
512 halaman
Cetakan pertama, Nov 2011
Semua orang ingin bahagia. Itulah alasan kenapa banyak orang rela bekerja keras demi dapat hidup yang layak. Hidup layak saat ini berarti memiliki penghasilan yang tinggi, dan terpenuhi seluruh kebutuhan materialnya. Hidup layak membuat orang bahagia, demikian pandangan umum manusia saat ini.

Relativitas Budaya

Image
Pernahkah teman-teman berpikir kenapa budaya begitu beragam? Kenapa wanita Arab mengenakan cadar sedangkan wanita Korea tidak? Kenapa pula bangsawan Inggris punya pakaian berlapis sedangkan bangsawan Afrika punya pakaian gombrang? Dalam hal lain, lantas kenapa perapian muncul di Eropa dan bukannya Indonesia? Kenapa mereka berbeda? Inilah yang disebut relativitas budaya

#Lightchestra: Wow! Pesta Laser di Tengah Rimba

Image
Menikmati alunan musik ajojing dan gemerlap lampu di diskotek adalah hal biasa. Tapi bagaimana bila ini terjadi di tengah hutan? Ya betul, di tengah hutan. Anda jangan kaget dulu ya, karena ini memang terjadi di Bandung kita tercinta. Inilah gelaran Lightchestra. Seperti apa suasananya? Ingin tahu diskotek ala hutan ini? Mari ikuti jalan-jalan saya di Babakan Siliwangi, Sabtu (7/7) kemarin. 

#Funtastical2012 : Dunia Yang Diringkas

Image
Seorang milyarder di sana bisa dengan mudah pergi ke seluruh dunia. Dia bisa bangun pagi di rumahnya di Prancis, lalu makan siang di hotel di Dubai, lalu bermalam di villa-nya di Indonesia. Saya ingin seperti itu, namun ya, saya bukan milyarder, atau setidaknya belum. Meski begitu, saya sudah berkeliling dari Amerika sampai Eropa. Tak perlu paspor dan uang visa, karena saya berkeliling dalam dunia yang sudah dirangkum di Funtastical 2012, di Unpad Dipatiukur, Kamis (5/7) lalu. Yuk ikut saya!





Begitu kita masuk area, kita akan takjub betapa kita merasa ini bukan di Indonesia. Betapa tidak? Ada 24 stand di sini, masing-masing didekorasi satu budaya. Ada lima budaya Indonesia, sisanya budaya luar negeri. Masing-masing stand dijaga dengan kira-kira sepuluh orang berpakaian khas budaya tersebut. Kalau kita lewat, kita akan disapa dengan sapaan bahasa itu. Mereka total sekali.

Saya dan teman saya Yudha, menengok stand paling dekat: Budaya Korea. Tapi belum sempat mencari Tiffany dan Y…

Ngaso di Masjid Yuk!

Image
Senandung asmaul husna mendayu dari dalam masjid. Dengan berseragam lengkap, puluhan anggota TNI nampak berdoa usai shalat dzuhur. Usai shalat, alih-alih lantas pergi, kebanyakan orang memilih duduk bersantai di teras masjid seraya meminum kopi yang disediakan oleh pengurus. Ya, masjid ini memang menyediakan minuman bagi pengunjungnya, gratis pula.

Belantara di Pusat Kota

Image
Foto oleh : Anggun Nurfitasari

Bagi Anda yang pusing dengan segala rutinitas kota, berjalan-jalan di alam bebas bisa jadi pilihan yang asyik. Anda mungkin menghabiskan banyak uang untuk berlibur ke pantai atau sekadar hiking ke gunung. Namun kini Anda tak perlu itu lagi, karena hutan kota yang asri kini dibuka tepat di sekitar Dago. Kunjungilah Hutan Kota Babakan Siliwangi dan rasakan sepenggal hutan di sini.


Siang itu panas sekali saat saya dan fotografer turun dari angkot, tepat di depan lokasi hutan kota, seberang sebuah kafe. Tak ada gerbang khusus penanda lokasi di sini, hanya trotoar yang dibuat lebar, dilengkapi dengan parkir sepeda yang sering kosong. Logo ‘bdg’ lambang kreatif Kota Bandung yang sebelumnya terpasang pun kini hilang. Namun di hutan kota yang boleh diakses publik sejak akhir 2011 inilah, kami siap bertualang.