Posts

Showing posts from April, 2016

Fitness First and Transjakarta Were Celebrating Kartini's Day All Wrong

Image
To Fitness First and Transjakarta


Today, I find that our struggle for gender equality is still thousand miles away. 
This evening, Fitness First Senayan City conducted a special event for Kartini's Day named FITGIRL. The so-called carnaval consists of several classes by only female instructors wearing batik, tracks by female singers only, and the club decorated with batik. But the worst part was the merchandise was for girl  participants only.
Went home, I was waiting for a Transjakarta bus. The first bus is half pink and has huge text of "Habis Gelap Terbitlah Terang" (After darkness, there's light) written on the sides of the bus. Then the bus attendant rejected me as the bus is for female passengers only.
Wait a minute, is this how they commemorating Kartini's Day? Where is the equality between girls and boys that our national heroine has shown us decades ago? Open your history book and you'll easily find that Kartini fought for equality, not the special t…

Jika Kamu Berpakaian Adat untuk Merayakan Hari Kartini, You're Celebrating It All Wrong

Image
Untuk yang memperingati Hari Kartini

Ketika saya membeli sarapan pagi ini, saya melewati sebuah masjid yang sedang memperingati Hari Kartini - tentu dengan sebuah lomba peragaan busana untuk anak.

Anak-anak kecil, baik perempuan maupun laki-laki, berpakaian adat dari berbagai daerah. Ada juga yang mengenakan seragam profesi seperti dokter, guru, atau polisi. Lalu satu dua tiga, pose. Satu dua tiga, pose. Yang menang dapat piala.

Di linimasa, sejumlah teman saya mengenakan baju adat terbaiknya untuk acara Kartini di kantor mereka. Lalu mereka mengunggahnya di Instagram, dengan hashtag, ehem, #OOTD.

"Kartini Fashion Week" ini lazim setiap tahun. Namun, apakah itu yang Kartini wariskan? Apakah dia membahas fashion ketika dia menulis surat dan curhat kepada sahabat pena Estell "Stella" Zeehandelaar di Belanda? Apakah dia bicara tentang catwalk atau gelaran Jepara's Next Top Model saat itu? Sama sekali tidak. Kartini bukanlah perancang busana dan irelevan dengan …

Energi untuk Toleransi

Image
Perdamaian tidaklah seperti jalan-jalan ke luar kota yang bisa direncanakan untuk terjadi esok. Tidak. 
Masih ada ratusan kasus intoleransi dan diskriminasi. Masih ada puluhan gereja yang disegel atau dirobohkan - di Bogor dan Singkil misalnya - atau masjid yang susah didirikan - seperti di Tolikara. belum lagi pengungsi Syiah dan Ahmadiyah yang tidak dipedulikan negara. 
Perdamaian adalah aspirasi panjang dan menguras energi. Dan, jujur saja, kadang kita merasa perlu berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan kembali berjalan. 
Itulah yang saya dapatkan ketika mengikuti Temu Kebangsaan di Cico Resort, Bogor, 8-10 April kemarin. Ia ibarat charger yang mengisi baterai semangat ke posisi penuh 100%.
Saya bertemu dengan pribadi-pribadi seperti Riaz Muzaffar yang dengan senang hati menjawab pertanyaan mengenai Baha’i, Gilang Kusuma Achmadi yang merasa aman menyatakan dirinya sebagai Ahmadiyah, juga Rini Meilia Kania yang bangga sebagai Sunda Wiwitan.

Melihat mereka, juga 20 orang lainnya…