Ngalay di Markas PBB (Bagian 1)

Dasar emang anak alay, mau liputan di UN Headquarters juga tetap alay.

Gue masih senyum-senyum kalau ingat belasan tahun lalu membaca tentang Perserikatan Bangsa-Bangsa di buku pelajaran, dan masih nggak percaya kemarin bisa menginjak markasnya, di New York pula!

Gue meliput UN General Assembly ke-70 akhir September lalu - lewat beasiswa liputan dari Copenhagen Consensus Center.

Foto ID Card buluk banget. Abaikan.
Hari pertama debut gue sudah terhalang blokade polisi sebelum masuk UNHQ.

"You have to wait," kata mbak-mbak NYPD itu.

Gue tunggu lah sampai 15 menit sampai iring-iringan mobil lewat. Gue lihat benderanya kayak Bangladesh - eh atau Spanyol ya? Benderanya ada dua warna dan bergambar singa. Tapi waktu orang di dalam mobil itu melambaikan tangan, dan orang-orang teriak kegirangan, lah itu kan bendera Vatikan - dan itu Paus Fransiskus! Baru ingat doi bakal berpidato di PBB pagi itu.

Telat sadar itu Paus Fransiskus, jadi fotonya jelek.


Anyway, liputan di UNHQ itu rempong banget. Kompleks Markas PBB itu segede gambreng - ada gedung sekretariat, gedung Majelis Umum, gedung utara, sampai taman mawar yang aduhai. Setiap masuk bangunan, barang kita harus dipindai lagi dan lagi.

Ada beberapa area yang hanya bisa dilewati pejabat, ada yang lorongnya muter-muter kayak labirin, ada yang mesti lewat eskalator, belum lagi nama ruangannya sama tapi bangunannya beda. Gue nyari conference room 4 setengah jam nggak ketemu tahunya beda gedung Ya Tuhaaaan!


Coba tebak mana bendera Indonesia? Negara anggota PBB ada 193.

Gedung tinggi itu namanya Secretariat Building - tempatnya Sekjen Ban Ki-moon. Gedung yang panjang di depannya itu General Assembly- tempatnya para pemimpin dunia sidang.

Rombongan delegasi negara-negara juga unik bikin mata tak tahan melirik. Rombongan dari negara-negara Afrika, misalnya, cowok-cowoknya pakai jas dan ceweknya pakai baju gombrang dan penutup kepala. Dari 10 orang yang gue temui, semuanya beda negara dan dari ras berbeda-beda. Waktu lihat orang yang gue kira dari Indonesia, tahunya Filipina! Magandang hapon sa iyo. Untung belum tanya-tanya. 

Bersambung ke bagian 2 ya.

Comments

Popular Posts