[AUDIO] Saya Mewawancarai Pendemo Ahok dan Dia Kesulitan Menjawab


Berikut adalah wawancara saya dengan Mahfud Siddiq, pendemo asal Purworejo, Jawa Tengah. Wawancara dilakukan di posko demo di Menteng, Kamis 3 November malam. Pertanyaan soal tuntutan dimulai menit 1:30.



Transkrip

Rio: Kalau bapak dari mana, pak?

Mahfud : Purworejo. Purworejo, Jawa Tengah.

Datang dari hari apa ke sini?

Hari... semalam. Semalam.

Itu dengan menggunakan apa pak ke sini?

Teman Mahfud: Sebentar. Tanya dulu. Situ dari media apa?

R: Dari radio KBR di Menteng

T: KBRI?

R: KBR.

M: KBR apaan?

R: Radio.

M: Kantor Berita Radio? Iya iya KBR.

Pertanyaan soal keberangkatan

R: Iya. Bapak dari Purworedjo berapa banyak, pak?

M: Sama rekan-rekan satu bus.

Bapak gabung di organisasi atau datang sendiri ke sini?

Ya datang dengan kumpulan teman-teman. Dari Karang Taruna, punya Mujahaddah, kebetulan saya pimpinan. Langsung berangkat bareng bareng.

Bapak pimpinan di?

Di Mujahadah

Siap siap siap. Bisnya berapa orang itu pak satu bisnya?

Lima puluh lima apa enam puluh sama krunya. Ya 55 lah.

Untuk nyewa bis atau gimana pak? Uang kas atau gimana?

Ya ada pokoknya. Kalau yang urusan manajemen itu anak-anak. Kita kan pimpinan, tinggal berangkat saja.

Tinggal berangkat saja ya pak. (Rio tertawa kecil) Tinggal datang ya bisnya sudah disediain. 

Pertanyaan soal tuntutan

Pak, tuntutan buat besok apa sih yang mau disuarakan pas aksi?

Ya itu. Seperti yang dikatakan MUI sama Habib Rizieq itu. 

Apa pak tuntutannya?

Ya tuntutannya ya kita kan di sini kan dukung sedangkan kita nggak berwenang kasih dukungan yang semacam ke yang agak-agak resmi pakai tanda tangan enggak. Kita moril. Moril sekaligus kita kan yang namanya mau gerak itu mesti ada yang namanya keyakinan.

(Rio bergumam)

Menurut bapak pernyataan Ahok itu bagaimana sih?

Sementara kan kita orang kampung, walaupun berani datang ke Jakarta. Ya.. keyakinan saja.

Menurut bapak… (terpotong)

Nggak nggak nggak nggak nggak perlu kita ekspos lah kita sudah tahu Ahok. 

Bapak tersinggung sama pernyataan dia?

Ya kita kan bareng bareng orang banyak. Jadi nggak bsia kalau saya tersinggung saya nggak bisa. Kita kan orang banyak. Keyakinan tadi itu loh. 

(Rio bergumam)

Bapak sendiri sudah lihat videonya pas Ahok ngomong itu, yang ngutip Al Maidah 51?

Ya dikit-dikit.

Bapak pas lihatnya gimana tuh pak?

Ya kita kan... kayak kayak gitu... pokoknya gini aja, kita keyakinan sama saudara.

Itu ya pak yang nyatuin, mempersatukan ukhuwah-nya?

Iya iya

Bapak rencananya di sini berapa hari pak? 

Kalau sudah selesai langsung pulang

Besok langsung pulang berarti?

Ya kalau selesai pulang.

Kalau tidak selesai itu maksudnya gimana tuh, pak?

Ya kalau selesai dalam arti kita sudah nggak nggak nggak bareng-bareng kita kan pulang urusan masing masing.

Nanti pulangnya satu rombongan satu bis juga?

(Mahfud mengangguk) Kita kan punya kerja di rumah juga. Wilayah kita juga nggak di sini. Cuma waktu kayak gini kita kan ya sama-sama. 

Siap, makasih loh pak. 

-selesai-



Comments

  1. *sigh* ... Tipe pendemo ikut-ikut siapa tau dapet angpau

    ReplyDelete
  2. Ya gitulah, mereka cuma 'alat' yang berhasil dikendalikan tanpa tahu duduk perkara sebenarnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mari berbagi pemikiran

Popular posts from this blog

Surat Terbuka untuk Muslimah Bercadar dari Muslim Pembela HAM

Penjelasan Mengenai "Tuasikal"