#KemilauNusantara: Mari Merayakan Perbedaan!

Keberagaman tak pernah seramai ini

Teks dan foto oleh : Rio Rahadian

Bayangkan sebuah pesta multibudaya. Tempat orang-orang dari budaya berbeda bergembira bersama. Ya, itulah yang terjadi di Kemilau Nusantara Sabtu (6/10) kemarin, saat ratusan orang dari 41 budaya berkumpul di area Gedung Sate, Bandung.

Mereka semua berkelompok dalam kontingen dan berpawai. Pawai yang dimulai dari area Pusat Dakwah Islam Jawa Barat menuju Gedung Sate itu berlangsung selama tiga jam. Selama itu pula, pasukan aneka warna itu menjadi pusat perhatian pengguna jalan, juga para pemakai kamera.

Angklung jangkung dari Kabupaten Tasikmalaya
Kontingen Sulawesi Tenggara
Spesial di pagi itu, Bandung menjadi etalase nusantara [*]. Semuanya berbaris rapih dalam kelompoknya, sudah dengan dekorasi khas budayanya. Sebut saja kontingan Kabupaten Sukabumi yang mengarak Ratu Laut Selatan, lengkap dengan pasukannya. Ada juga Kalimantan Barat yang mengenakan pakaian adat bermotif Dayak, dengan bulu burung Enggang menghias sela jari dan kepala mereka. Melihatnya, kita akan ingat dengan karnaval anak tiap Agustus, hanya saja ini lebih massal dan otentik.

Tiap-tiap kamera memburu mereka, dengan sigap mereka berpose, bahkan ada yang langsung unjuk kebolehan. Misalnya saja manusia lumpur dari kontingen Jawa Barat yang langsung tiduran begitu kita mendekat, atau Jawa Timur yang langsung bernyanyi meriah dan orang-orang didepannya bergaya untuk para fotografer. Tak sedikit pula pengunjung yang mencuri kesempatan untuk foto bersebelahan dengan peserta pawai. 
Kontingen Jawa Timur
Kontingen Jawa Timur
Sampai di area panggung utama, tiap kontingen menunjukkan aksi mereka. Suasana riuh tiap kali kontingen masuk. Bagaimana tidak? Tiap kontingen menampilkan tarian khas masing-masing. DKI Jakarta misalnya, mereka menggotong ondel-ondel raksasa setinggi 10 meter. Sumatera Selatan tak mau kalah, mereka tampilkan tarian ditemani lantunan akordeon dan rebana, dan masih banyak lainnya.

Usai semua berpawai, acara dilanjutkan di satu panggung kecil, di halaman Gedung Sate. Panggung diisi oleh pertunjukkan tradisional lagi. Kali ini Sumatera Selatan membawakan tari dan lagu, lalu Kalimantan Barat kemudian Depok menyajikan tarian khas masing-masing. Tepuk tangan pengunjung ramai tiap satu penampilan usai. Selepasnya adalah pengumuman juara, Jawa Timur kembali jadi juara nasional, untuk tingkat provinsi ada Kota Bogor.

Penampilan dari Kalimantan Barat
Sementara itu berlangsung, di kursi penonton, semuanya berinteraksi. Ada pengunjung yang meminta foto bersama kontingen Maluku Utara, ada orang Papua menggelar barang dagangannya berupa tas anyam dan tetumbuhan, ada yang saling sapa dan saling panggil, juga yang berbagi kue unyil penganan khas Bogor. Mereka semua berbeda, dan itulah yang mereka rayakan. Selamat berbeda!

___________________________________

[*] Dari 41 kontingen, 21 adalah kontingen provinsi yakni Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Sebanyak 20 lainnya adalah kontingen kota kabupaten di Jawa Barat yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kabupaten Ciamis, Kota Depok, Kota Banjar dan Kabupaten dan Kota Bekasi. Hampir semua kabupaten kota punya kesamaan, musik pengiringnya sama-sama musik pengiring kuda lumping.

Comments

  1. Wah..acaranya keren yah, pertunjukan budaya begini, emang seru2.

    karnaval fashionnya.. meriah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh.. Warna warninya seru bgt :)

      Makasih udah mampir :)

      Delete
  2. oalah... jadi ini blogmu? haha.. damae baru ngeuh da. duh2, jadi ngiri nih sama pecinta kebudayaan. nanti kalau ada event semacam ini lagi, ajak2 damae ya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Damae, selamat datang!

      Yuk nanti datengke acara ginian

      Delete

Post a Comment

Mari berbagi pemikiran

Popular posts from this blog

Surat Terbuka untuk Muslimah Bercadar dari Muslim Pembela HAM

Penjelasan Mengenai "Tuasikal"