Buku :
Travel Writer

"Travel Writer"

Oleh Yudasmoro Minasiani


Penerbit Metagraf


Cetakan Pertama, 2012

Profesi penulis perjalanan kini mulai digandrungi anak muda. Ada yang profesional, ada yang sekadar melampiaskan hobi. Apapun tujuannya, menulis catatan perjalanan harus dibekali kemampuan jurnalistik yang mumpuni.

Berbeda dengan tips menulis perjalanan yang selama ini ada. Yudasmoro menempatkan penulis perjalanan di rel jurnalistik. Artinya, kata Yudasmoro, penulis perjalanan tetaplah wartawan yang harus mampu melakukan wawancara dan menulis apik. Penulis perjalanan bukan sekadar yang senang bepergian atau gemar bertualang.

Buku ini dibagi menjadi 9 bab. Buku dimulai dengan berbagai keuntungan penulis perjalanan juga motivasi untuk memulai. Hal itu dilanjutkan dengan perkenalan konsep dan tips praktis jurnalistik, fotografi, juga bepergian.

Masuk di bagian tengah, pembaca akan dijamu oleh berbagai petunjuk teknis mengenai penulisan perjalanan. Petunjuk ini tidak berkutat soal teori, tapi dari pengalamannya menulis perjalanan selama 8 tahun. Secara akrab, ia pun menggenapinya dengan berbagai solusi untuk masalah yang biasa timbul.

Di akhir, akan ada contoh tulisan untuk 7 tema, misalnya wisata horor atau kuliner. Contoh itu dia kutip langsung dari tulisan di majalah. Hal ini sangat membantu pembaca untuk bereksperimen dan memperkaya gaya tulisan. Pembaca pun makin dimanjakan dengan petunjuk mengirim tulisan ke media massa.

Tiap babnya dibuka dengan kutipan soal bepergian. Sepanjang buku pun, Yudasmoro secara tegas membuat garis antara penulisan perjalanan dan fiksi. Ia tegaskan bahwa menulis perjalanan adalah tetap fakta, bukan hanya berbekal kata-kata puitis. Kemampuan memainkan adegan dan ketajaman deskripsi adalah cara agar tulisan perjalanan jadi ciamik.

Tak hanya hal-hal baik, Yudasmoro pun secara jujur ceritakan aneka pengalaman buruknya. Misalnya saat foto liputan hilang atau saat menghadapi calo. Ia pun secara terang-terangan menyoal honor tulisan di media, serta bagaimana menaikkan pendapatan darinya.

Mengingat buku soal ini sangat langka, buku ini sangat tepat jadi panduan. Buku ini cocok sekali bagi mereka mahasiswa jurnalistik yang ingin fokus di penulisan perjalanan. Bagi mereka yang gemar bepergian dan ingin menulis darinya, buku ini pun amat sesuai. Begitu pun bagi mereka, siapapun, yang ingin berbagi pengalamannya saat bepergian. [] (Rio Rahadian, mahasiswa Jurnalistik Unikom)

Comments

Popular posts from this blog

Surat Terbuka untuk Muslimah Bercadar dari Muslim Pembela HAM

Penjelasan Mengenai "Tuasikal"